Kurikulum merdeka, kurikulum yang sebenarnya sudah beberapa tahun mulai digunakan oleh beberapa sekolah di Indonesia. Kurikulum merdeka ini memiliki karakter memerdekakan pola pikir dan ekspresi siswa dan memberi keleluasaan guru untuk berkreasi dalam proses belajar mengajar.
Dalam kurikulum merdeka ini pembelajaran intrakurikuler menjadi lebih beragam. Peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. Salah satu cara yang dilakukan adalah peserta didik di berikan ruang diskusi membahas masalah yang di awasi oleh guru.
Setiap peserta didik akan mampu memberikan gagasa, ide, dan model belajar masing – masing siswa pun menjadi beragam. Perangkat ajar guru pun menjadi sangat beragam, mulai dari pemberian proyek akhir, analisa, dan diskusi.

Karakteristik Kurikulum Merdeka
Kurikulum merdeka sangat fleksibel dan berfokus kepada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi setiap peserta didik. Berikut adalah beberapa karakteristik Kurikulum Merdeka yang InsyaAllah akan di terapkan di MTs Muna Falih pada tahun ajaran baru
1. Proyek menjadi salah satu pembelajaran pokok dalam kurikulum merdeka ini. Peserta didik dapat mengembangkan Soft Skill dan karakter mereka sesua dengan profil belajar Pancasila.
2. Materi Esensial menjadi fokus belajar untuk memperdalam kompetensi dasar. Contoh: Penggunaan Literasi dan numerasi
3. Guru akan sangat fleksibel dalam memberikan materi pendidikan juga terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan para siswa/ peserta didik.
Keunggulan dan Kelebihan Kurikulum MerdekaPenerapan Kurikulum Merdeka ini akan memberikan keuntungan lebih bagi peserta didik. Berikut adalah beberapa kelebihan dari Kurikulum Merdeka:
1. Materi ajar menjadi lebih sederhana, lebih mendalam, dan berfokus kepada materi esensial. Peserta didik akan belajar lebih mendalam dan mendapat waktu lebih banyak dalam proses pemahaman. Murid akan lebih memahami konsep yang diberikan oleh para guru.
2. Guru lebih leluasa dalam proses belajar mengajar, tahapan belajar sangat disesuaikan dengan kemampuan dan pencapaian dari peserta didik. Penyesuaian dari sisi sekolah pun menjadi lebih mudah dilakukan karena sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan kurikulum merdeka ini sesuai dengan satuan pendidikan dan siswa.
3. Lebih relevan dan interkatif karena pembelajaran melalui kegiatan proyek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk lebih aktif dan eksploratif.
Manfaat Kurikulum Merdeka bagi Peserta Didik
Dengan keleluasaan Guru dalam mengajar dan kebebasan siswa dalam berfikir, Kurikulum merdeka ini memberikan soft skill analisa yang sangat bagus. Kemampuan analisa yang diasah sejak dini akan memberikan kemampuan lebih bagi peserta didik untuk menghadapi gempuran digitalisasi di semua lini.
Kemampuan analisis sangat di perlukan di sektor bisnis digital. Tidak hanya itu, kemampuan analisis akan sangat membantu peserta didik dalam beradaptasi di semua kemungkinan perubahan di masa depan.

Konsep dari kurikulum Merdeka
Kurikulum merdeka tentunya tidak sembarang digagaskan. Beberapa konsep khusus menjadi ciri dari kurikulum merdeka sehingga di harapkan dapat memberikan perubahan positif dari kurikulum sebelumnya.
Konsep-konsep dari kurikulum merdeka:
1. Asesmen Kompetensi Minimum
Dalam kurikulum Merdeka ini diharapkan siswa mampu mengembangkan kemampuan literasu dan numerasi. Dasar penilaian dilihat dari kemampuan melakukan analisa serta pola pikir kritis solutif melalui analisa kognitif setiap siswa.
2. Survey karakter peserta didik
Kualitas pendidikan, infrastruktur, ekosistem pendidikan di sekolah akan sangat mempengaruhi karakter dan hasil belajar siswa dengan Kurikulum Merdeka.
3. Penilaian hasil belajar
Penilaian tidak hanya melalui Ujian Nasional, namun protofolio siswa dan penugasan akan sangat berpengaruh karena siswa diberikan kebebasan untuk mengembangkan diri dan bakat yang dimiliki.
4. Kualitas Pendidikan yang merata
Kurikulum Merdeka memiliki konsep yang mengedepankan keadilan dalam pemerataan kualitas pendidikan.
Tahapan Implementasi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar
Kemendikbud menyiapkan 3 jalur yang membantu kesiapan setiap satuan pendidikan. 3 jalur tersebut sudah disesuaikan dengan kondisi dan situasi dari masing-masing satuan pendidikan.
Mandiri Belajar: memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan kurikulum ini. Namun meskipun demikian tidak mengganti kurikulum yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan tersebut.
Mandiri Berubah: kurikulum ini memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan untuk menerapkan kurikulum merdeka dengan tetap menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan.
Mandiri Berbagi: sekolah bisa mengembangkan sendiri perangkat ajar dalam proses penerapan kurikulum ini. Jalur ini memberikan kebebasan terhadap satuan pendidikan dalam menerapkan kurikulum ini dengan pengembangan mandiri terhadap perangkat ajar yang telah digunakan.
Merdeka belajar dianggap sebagai kurikulum yang paling aplikatif. Ini sangat cocok apabila diterapkan dalam meningkatkan pembangunan pendidikan berbasis industri 4.0. Pendidikan dengan basis industri 4.0 sepenuhnya memanfaatkan data teknologi sebagai industri masa depan.
