Khotbah Jumat MTs Muna Falih – Kehidupan yang Berprinsip dan Terencana oleh Ustad Sigit Pratomo, Lc.

Kehidupan yang Berprinsip dan Terencana

Jama’ah sholat jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan kita nikmat iman, takwa, sehat sehingga kita dapat betkumpul melaksanakan shalat jum’at berjamaah di masjid Muna Falih yang insyaAllah penuh dengan keberkahan.

Shalawat scrta salam sclalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad yang telah menunaikan amanat, menyampaikan misi dari Allah, menasihati umat, berjihad di jalan Allah dalam upaya membebaskan manusia dari kebodohan dan mengajarkan mereka tentang hakikat hidup yang sebenarnya.

Hakikat kehidupan adalah kchidupan yang berprinsip dan terencana.Kchidupan yang berprinsip dai terencana merupakan fondasi yang kokoh dalam mencapai kesuksesan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Quran, Surah Al-Hashr, ayat 18-1; yang Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hendaklah sctiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dari ayat ini, kita ditegaskan pentingnya memiliki rasa takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta merenungkan tindakan dan perbuatan kita untuk masa depan. Berprinsip dan merencanakan hidup adalah wujud dari takwa ini.

Beberapa prinsip dan cara terencana dalam menjalani hidup

Apabila kita ingin merais kesuksesan dunia dan akhirat? Maka, mari kita renungkan beberapa prinsip dan cara terencana dalam menjalani hidup:
1. Takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala: Semua perencanaan harus didasarkan pada ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pertimbangkan apakah rencana kita sesuai dengan ajaran-Nya dan apakah rencana tersebut akan mendekatkan kita kepada-Nya.

2. Memiliki tujuan yang Jelas: Apakah itu dalam bidang keluarga, karier pendidikan, pekerjaan atau ibadah. Tujuan yang jelas membimbing langkahlangkah kita dan memberikan arti dalam sctiap tindakan.

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Umar yang Artinya:”Jika kamu berbuat sesuatu, maka lakukanlah dengan sebaik-baiknya.”

Hadis ini menunjukkan pentingnya menjalankan setiap tahapan atau tindakan dengan sepenuh hati dan penuh perhatian. Dalam konteks kehidupan seharihari, hadis ini mengajarkan kepada kita agar memiliki tujuan yang jelas dalam segala hal yang kita lakukan.

Jika kita memiliki tujuan yang jelas, kita akan dapat mengarahkan usaha dan energi kita dengan lebih efektif, menghasilkan hasil yang lebih baik, dan mendekati tindakan kita dengan sikap yang lebih berprinsip.

 

3. Mengetahui Skala Prioritaskan: Kita tahu mana pekerjaan yang harus diprioritaskan dan mana yang dapat ditunda. ‘sesungguhnya kekuatan di dalam pekerjaan adalah Janganlah kalian menunda-nunda pekerjaan yang hendak kalian lakukan hari ini hingga esok.Karena jika kalian melakukannya, pekerjaan itu akan menumpuk di atas kalian.’

Hadis ini mengingatkan kita untuk tidak menunda-nunda tindakan yang baik dan penting. Mengutamakan tindakan saat ini lebih baik daripada menunda-nunda karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Ini mengajarkan tentang pentingnya mengenali skala prioritas dalam tindakan kita dan memberikan perhatian penuh kepada tindakan yang memiliki urgensi dan manfaat yang lebih besar.

4. Rencana yang Realistis: Rencana haruslah realistis dan sesuai dengan kapasitas dan potensi kita. Jangan mengejar mimpi yang tidak mungkin tercapai, tetapi juga jangan terlalu rendah merendahkan diri.

5. Berkembang Dalam Iman dan Ilmu: Selalu berusaha untuk meningkatkan iman dan ilmu pengetahuan. Keduanya akan membantu kita mengambil keputusan yang bijak dan berprinsip.

6. Bersyukur: Bersyukurlah atas apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan. Bersyukur
membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam hidup.

7. Beradaptasi: Meskipun kita merencanakan dengan baik, dunia penuh dengan perubahan. Kita perlu siap untuk beradaptasi dengan situasi yang baru.

8. Doa dan Tawakal: Setelah merencanakan dan berusaha, serahkan hasilnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan tawakal dan doa. Ingatlah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki rencana yang lebih baik dari yang kita rencanakan.

Jamaah sholat jumat yang dirahmati Allah,
Kehidupan yang berprinsip dan terencana adalah jalan menuju keberhasilan dan kebahagiaan dalam dunia dan akhirat.

Marilah kita menjalani hidup dengan penuh takwa kepada Allah, memiliki tujuan yang jelas, dan merencanakan setiap langkah dengan bijak. Semoga Allah memberi kita kekuatan dan petunjuk dalam mewujudkan kehidupan yang bermakna dan berarti. Amin.

Marilah kita semua selalu senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah agat pin memberi kita hidayah dan kemampuan untuk menjalani kehidupan yang berprinsip dan terencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *