Khotbah Jum’at MTs Muna Falih 22 September 2023 – Self Talk
Ustadz A. Abu Qalam Suqri
Jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah Swt
Dihari yang berkah ini kami selaku khatib kembali mengingatkan untuk senantiasa merawat kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah Swt. tidak ada anugerah terbaik yang kita dapatkan selain keduanya, entah berapa banyak pun nikmat dunia yang bisa kita rasakan, semuanya sia-sia tanpa adanya iman dan ketaqwaan kepada Allah Swt.
Shalawat dan salam kita haturkan kepada rasulullah Muhammad Saw, sebagai suri teladan terbaik yang telah memperjuangkan Islam, hingga akhirnya Islam turut hadir dalam kehidupan kita sebagai pedoman hidup yang kita yakini akan membawa kita pada keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
Mengawali khutbah jum’at kali ini, kami selaku khatib kembali menyampaikan sebuah wasiat taqwa. Marilah kita senantiasa untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt, karena apapun yang menurut pandangan kita baik, pada akhirnya taidak akan bermanfaat bagi kita jika tidak ada ada taqwa yang mengisinya. Harta, pasangan, jabatan, kecerdasan, hanya akan memberi manfaat singkat dan setelah itu hanya akan menjadi sebab kecelakaan bagi diri kita, ketika telah sampai pada waktu pertanggung jawaban di hadapan Allah Swt.
Jamaah shalat jum’at yang dirahmati Allah Swt.
Keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini sangat bergantung pada karakter yang kita miliki. Karakter terbentuk dari kebiasaan yang terus menerus kita lakukan dari hari ke hari, sejak bangun tidur hingga kita tidur kembali. Itulah mengapa Islam mendidik dan melatih kita dengan berbagai kebiasaan baik yang kecil hingga yang besar, semuanya adalah untuk membentuk karakter-karakter manusia yang sukses baik di dunia maupun di akhirat.
Allah Swt menetapkan aturan-aturan dalam meraih yang namanya kesuksesan, dan salah satunya ialah bagaimana kita menilai diri kita sendiri. Penilaian diri kita hanya ada dua yaitu positif dan negatif. Menilai diri kita secara positif akan membuat kita menjadi orang yang optimis dalam berusaha. Sedangkan meniali diri kita negatif akan membuat kita mudah menyerah serta mematikan potensi-potensi yang kita miliki. Penilaian diri tersebut terjadi dalam suatu kebiasaan kita yang disebut Self Talk.
Self talk adalah upaya memberikan atau menanamkan afirmasi berupa kalimat-kalimat positif kedalam diri dan pikiran kita. Menurut penelitian, manusia melakukan pembicaran atau dialog kepada diri sendiri sekitar 50 ribu hingga 60 ribu kala dalam sehari. Begitu banyaknya afirmasi yang kepada diri sendiri, maka kita perlu memperhatikannya sebagai hal yang sangat penting bagi diri kita.
Self talk akan mengendap dalam pikiran dan perasaan kita, dan nantinya akan menentukan tindakan-tindakan yang kita ambil atau lakukan. Self talk yang baik akan berimplikasi pada tindakan yang baik, dan sebaliknya self talk negatif akan membuahkan tindakan yang negatif pula.
Ketika self talk yang berimplikasi pada tindakan-tindakan baik yang diulang secara terus menerus, maka terbentuklah habit. Kesuksesan adalah produk dari kebiasaan sehari-hari atau habit kita, bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul dihadapan kita ketika bangun tidur. Hal yang patut kita syukuri adalah karena Allah Swt berkenan sehingga iman mengisi hati kita walaupun itu hanya sedikit.
Karena iman kepada Allah Swt adalah jembatan menuju kesuksesan. Iman menjadi sebab kita melaksanakan ketaatan, dan setiap perbuatan ketaatan kepada Allah Swt niscaya adalah pondasi mencapai kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat.

Allah meminta kita untuk selalu berpikir positif
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]
Kita perlu menanamkan dalam pikiran kita bahwa Allah Swt menciptakan kita sebagai yang memiliki potensi terbaik dari makhluk lainnya. Allah Swt memberi manusia akal yang dapat terus berkembang, dan hasilnya adalah karya-karya yang luar biasa.
Namun, jika pikiran kita telah dipenuhi dengan prasangka negatif, maka saat itu juga kita telah merendahkan diri kita
sendiri dan juga menyia-nyiakan nikmat terbaik yang Allah Swt berikan.
Jamaah jum’at yang dirahmati Allah Swt
Betapa pentingnya kita membiasakan self talk positif kepada diri kita, karena dari sanalah kita mulai melangkah. Peresangka melalui self talk sama halnya dengan doa dan harapan kita kepada Alla Swt. Menanamkan pikiran positif dalm diri akan memberikan pengaruh pada banyak hal.
Pertama, kita menjadi lebih baik dalam mengendaliki diri kita sendiri dan tidak mudah terbawa oleh arus negatif dalam lingkungan kita berada, sebab kita memiliki prinsip dan keteguhan. Kedua, menurut penelitian, self talk yang kita lakukan secara kontinu akan sangatc berpengaruh terhadap penyelesaian masalah yng kita hadapi. Setiap keputusan diawali dari self
talk yang kita lakukan dalam pikiran dan batin kita, mempengaruhi rencana yang kita buat.
Maka orang-orang yang menjaga pikirannya agar selalu positif akan merencanakan sesuatu dengan matang, memperhatikan tindakan-tindakan yang dipilih, dan buah dari usahanya itu ialah pencapain prestasi yang lebih baik.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ ».
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkaraperkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)
Dari hadis diatas kita dapat menemukan sebuah prinsip hidup bahwa kesuksesan itu hanya bisa didapatkan dengan menempuh jalan yang terjal, sedangkan kegagalan terjadi sebab kita hanya dikelilingi oleh kesenangan semata. Secara naluriah otak kita akan selalu melakukan pertahanan diri dengan membuat kita berpikir dan memilih melakukan hal-hal yang mudah atau yang sifatnya menyenangkan saja dan membuat kita menjauhi pilihan-pilihan yang berat.
Itulah mengapa kita lebih senang bermain daripada membaca buku, mudah mengantuk ketika proses belajar di kelas, dan lain sebagainya. Maka pesan Nabi Saw harus selalu menjadi pengingat bagi kita semua, disaat kita terlena dengan kesenangan-kesenangan semata, itu artinya kita sedang berada dijalan menuju kegagalan, sebaliknya ketika mendambakan kesuksesan dalam hidup, maka konsekuensinya adalah jalan yang harus ditempuh pasti berat dan melelahkan.
Ingatlah bahwa kesenangan itu telah banyak menipu dan melalaikan manusia dari halhal yang baik. Sedangkan apa yang kita benci bisa jadi itulah yang membawa kita pada kebaikan yang kita harapkan…